Reuni Duet Maut Aubameyang-Mkhitaryan di Arsenal

Reuni Duet Maut Aubameyang-Mkhitaryan di Arsenal

London – Pierre-Emerick Aubameyang kembali jadi rekan setim dengan Henrikh Mkhitaryan, menyusul kepindahan ke Arsenal. Semasa di Borussia Dortmund, keduanya adalah duet maut.

Arsenal sudah mengumumkan secara resmi mendapatkan Aubameyang dari Dortmund. Sky Sports memperkirakan Meriam London mengeluarkan uang sebesar 60 juta pound sterling (Rp 1,1 triliun) untuk mendapatkan Aubameyang, sementara BBC menduga di angka 56 juta pound.

Kedatangan Aubameyang sekaligus menjadikan Arsenal tempat reuni dengan Mkhitaryan. Sebelumnya, kedua pemain itu sempat bersama-sama memperkuat Dortmund pada periode 2013 sampai 2016.

Selama bersama-sama memperkuat Dortmund, Aubameyang dan Mkhitaryan sukses membangun koneksi yang mumpuni. Sejak sama-sama datang di musim 2013/2014, keduanya kerap bergantian menjadi pelayan untuk membantu tim mencetak gol.

Menurut data dari Transfermarkt, dari 41 gol yang dicetak Mkhitaryan untuk Dortmund, paling banyak lahir lewat assist Aubameyang. Pria asal Armenia itu mencatatkan sembilan assist, sama seperti Marco Reus.

Dari 80 gol yang dibuat Aubameyang dalam periode 2013-2016 di Dortmund, 10 di antaranya lahir lewat assist Mkhitaryan. Mkhitaryan pun tercatat sebagai pemain yang paling rajin menyuplai striker 28 tahun tersebut.

Artinya secara keseluruhan, kerja sama Mkhitaryan dan Aubameyang sudah menghasilkan 19 gol. Dalam video pengumuman Aubameyang di media sosial pun Arsenal menggunakan sosok Mkhitaryan. The Gunners tampaknya tahu betul keduanya punya chemistry yang kuat.

KLIK DISINI

Bikin Rekor, Lorenzo Tercepat di Hari Terakhir

Bikin Rekor, Lorenzo Tercepat di Hari Terakhir

Sepang – Hari terakhir tes pramusim MotoGP di Malaysia ditutup dengan memunculkan Jorge Lorenzo sebagai pebalap tercepat. Dani Pedrosa kedua, disusul Cal Crutchlow.

Bertempat di Sirkuit Sepang, Selasa (30/1/2018), Lorenzo membukukan waktu 1 menit 58,830 detik di putaran ke-21 dari total 48 putaran yang dilakoni. Catatan waktu itu menciptakan rekor baru waktu tercepat tidak resmi di lintasan tersebut.

Pebalap Ducati itu memecahkan rekor tercepat sebelumnya yang dicetak Marc Marquez di tes pramusim 2015, dengan unggul 0,037 detik. Pedrosa yang menggeber Honda terpaut jarak 0,179 detik lebih cepat 0,043 detik dari Crutchlow di belakangnya.

Rekan setim Lorenzo, Andra Dovizioso, finis di peringkat keempat. Sesi Dovizioso sempat terganggu setelah jath di tikungan 1 di periode awal.

Rider Pramac Jack Miller menyudahi lebih cepat sebagai Ducati ketiga di lima besar. Sedangkan rider Suzuki Alex Rins berada di belakangnya dengan selisih 0,002 detik saja dari pebalap Australia itu.

Juara bertahan Marquez menduduki posisi ketujuh di depan Valentino Rossi. Sementara rekan setim Rossi, Maverick Vinales melebihi batas dua menit yang menempatkan dia di posisi ke-18.

Tes pramusim berikutnya akan digelar di Sirkuit Buriram, Thailand pada 16-18 Februari.

Hasil Lengkap Tes MotoGP Sepang 2018 Hari Ketiga:

1. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP18) 1m 58.830s
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 59.009s +0.179s
3. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 59.052s +0.222s
4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP18) 1m 59.169s +0.339s
5. Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 1m 59.346s +0.516s
6. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1m 59.348s +0.518s
7. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 59.382s +0.552s
8. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 59.449s +0.619s
9. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 1m 59.511s +0.681s
10. Danilo Petrucci ITA Pramac Ducati (GP18) 1m 59.528s +0.698s
11. Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP17) 1m 59.547s +0.717s
12.Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 59.615s +0.785s
13. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 59.962s +1.132s
14. Takaaki Nakagami GBR LCR Honda (RC213V) 2m 0.071s +1.241s
15. Alvaro Bautista ESP Angel Nieto Team (GP17) 2m 0.205s +1.375s
16. Mika Kallio FIN Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 0.464s +1.634s
17. Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 0.526s +1.696s
18. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 0.547s +1.717s
19. Karel Abraham CZE Angel Nieto Team (GP16) 2m 0.574s +1.744s
20.Xavier Simeon ESP Reale Avintia (GP16)* 2m 0.784s +1.954s
21. Scott Redding GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 0.812s +1.982s
22. Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 0.969s +2.139s
23. Sylvain Guintoli FRA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 1.120s +2.290s
24. Tom Luthi SWI EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 1.126s +2.296s
25. Yonny Hernandez COL Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 2m 1.223s +2.393s
26. Yamaha Test 3 JPN Yamaha Test Rider (YZR-M1) 2m 1.385s +2.555s
27. Yamaha Test 2 JPN Yamaha Test Rider (YZR-M1) 2m 1.679s +2.849s

KLIK DISINI

Hari Senin yang Rumit untuk Zarco

Hari Senin yang Rumit untuk Zarco

Kuala Lumpur – Johann Zarco masih belum puas benar dengan performanya selama dua hari menjalani tes pramusim di Sepang. Hari ini pun disebutnya sebagai Senin yang rumit.

Rider Monster Yamaha Tech 3 itu mencatatkan waktu putaran terbaik 1 menit 59,702 detik pada tes hari Senin (29/1/2018). Ia terpaut 0,347 detik dari Maverick Vinales (Movistar Yamaha) yang membuat waktu terbaik.

Catatan waktu Zarco hari ini juga membuatnya berhasil menembus kisaran waktu 2 menit, lebih baik daripada hasilnya pada tes hari pertama, Minggu (28/1) kemarin. Tapi ada hal-hal yang masih mengusik rookie terbaik MotoGP 2017 itu.

“Saya cukup yakin dengan motor dan saya pun konsisten, tapi saya masih kesulitan dalam aspek kecepatan,” kata Zarco.

“Seperti saya katakan sebelumnya, ini hari Senin yang rumit. Saya berusaha melakukan beberapa perubahan, tapi tidak berjalan sesuai yang saya inginkan.”

“Di periode akhir, saya berusaha menggeber semaksimal mungkin dan gembira bisa menembus kisaran waktu 1 menit 59 detik, walaupun tidak menduga-duganya,” tuturnya.

KLIK DISINI

Ketum PBSI Syukuri Raihan Dua Gelar di Indonesia Masters

Ketum PBSI Syukuri Raihan Dua Gelar di Indonesia Masters

Jakarta – Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Wiranto, mengapresiasi raihan prestasi di ajang Indonesia Masters 2018. Dia juga memuji dukungan suporter Indonesia di Istora.

Indonesia Masters 2018 telah rampung gelar. Indonesia merebut dua gelar dari lima sektor yang dipertandingkan. Dua gelar itu dipersembahkan Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra).

Wiranto, yang hadir mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Menpora Imam Nahrawi bangga dengan prestasi sip para atletnya.

“Kami bersyukur bahwa pemain kelas dunia kita ternyata mampu menunjukkan kelasnya,” kata Wiranto.

“Lalu kami juga bersyukur pemain tunggal kita ternyata juga mampu untuk menembus para pemain dunia. Yang kurang beruntung Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran) yang kami harapkan bisa mendapatkan medali emas, ternyata berada dalam kondisi yang kurang prima dan terpaksa mengakui keunggulan lawan,” ujar dia lagi.

“Apalagi ganda putri kami yang memang masih perlu dipoles. Tapi paling tidak mereka sudah mempunyai pengalaman melawan pemain kelas dunia,” dia menambahkan.

Suporter Indonesia yang tak jemu-jemu mendukung pebulutangkis Indonesia juga tak lepas dari sanjungan Wiranto.

“Sebagai pengurus, saya kira kami tidak bicara puas atau tidak puas. Tetapi kami menghargai perjuangan dari semua stakeholder. Tidak hanya pemain, perjuangan penonton pun kami hargai. Sehingga kami memberi apresiasi kepada para penonton Indonesia yang tertib dan bersemangat,” ujar dia.

Wiranto yang juga Menteri Koodinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini berharap di Asian Games mendatang bisa lebih baik lagi. Meski dia menyadari persaingan bulutangkis dunia saat ini semakin ketat.

“Seluruh dunia sekarang sudah punya kemampuan untuk bisa menjadi juara dunia. Sehingga pertandingan semakin ketat. Apalagi sudah ada sport science yang saat ini sudah digunakan di berbagai cabang olahraga termasuk bulutangkis,” kata Wiranto.

“Tapi paling tidak dengan uji coba ini kami sudah ada gambaran untuk Asian Games. Ke depan para ketua, pembina teknis akan kerja keras untuk bisa mencari satu penguatan agar di Asian Games nanti kita yakin meraih kejuaraan itu,” dia menambahkan.

KLIK DISINI

Akhirnya, Wozniacki!

Akhirnya, Wozniacki!

Melbourne – Penantian panjang Caroline Wozniacki akan gelar grand slam berakhir sudah. Wozniacki merebut grand slam pertamanya usai memenangi Australia Terbuka 2018.

Pada laga final kontra Simona Halep di Rod Laver Arena, Sabtu (27/1/2018) sore WIB, Wozniacki harus bekerja keras selama kurang lebih 2 jam 49 menit sebelum menang 7-6(2), 3-6, dan 6-4.

Ini jadi awal yang manis untuk Wozniacki mengawali musim 2018 dengan gelar juara grand slam. Trofi juara ini terasa begitu berarti untuk Wozniacki yang untuk pertama kalinya berjaya di arena grand slam.

Sebelumnya, Wozniacki cuma dua kali mencapai final grand slam, yakni AS Terbuka 2009 dan 2014. Cibiran pun sempat menghampiri Wozniacki ketika jadi petenis nomor satu dunia pada 2011 tanpa gelar grandslam satupun.

Tapi, setelah menunggu sejak 2005 yang merupakan tahun pertama karier profesionalnya, Wozniacki akhirnya mampu memutus mimpi buruknya selama 13 tahun terakhir ini.

“Saya sempat terdiam sejenak sebelum memeluk Daphne (trofi Australia Terbuka berna Daphne Akhurst Memorial Cup)… ini bak mimpi yang jadi kenyataan dan suaraku bergetar, ini momen yang sangat emosional,” ujar Wozniacki sambil berkaca-kaca usai laga final tersebut.

“Saya ingin memberi selamat kepada Siomna. Saya tahu ini hari yang melelahkan dan maafkan karena saya yang menang,” sambungnya.

“Laga dan pertarungan yang luar biasa. Sekali laga, saya minta maaf,” tutup pemain asal Denmark itu sambil menoleh ke arah Halep.

Setelah final ini, Wozniacki pun resmi menggeser Halep dari posisi teratas di rangking WTA.

KLIK DISINI